Label Posting

Ayo Berbisnis

Andapun Bisa Sukses Berbisnis .!
Semangat SUKSES!

Kesuksesan kita, ternyata dipengaruhi oleh banyak faktor! Dan untuk mengetahui apakah saudara memiliki peluang yang besar dalam mencapai sebuah kesuksesan, maka silahkan jawab 3 (tiga) pertanyaan saya berikut ini :
  1. Apa yang sering Anda lihat ?
    Membaca buku, menonton acara televisi, browsing di internet, merupakan aktifitas yang tidak kita sadari bahwa semua aktifitas tersebut merupakan aktifitas yang memberi asupan (makanan) informasi kepada otak.
    Apa jadinya jika otak kita diberi "makanan" informasi yang tidak berguna, tidak ada hubungannya dengan bisnis, tidak ada kaitannya dengan bagaimana cara menggapai mimpi?
    Dan pernahkah Anda berfikir, apa yang akan terjadi jika Anda gagal memulai bisnis?
  2. Apa yang sering Anda dengar ?
    Segala sesuatu yang Anda dengar, baik disengaja atau tidak, maka informasi tersebut juga akan terekam didalam otak. Lalu bagaimanakah jadinya jika informasi yang sering kita dengar adalah informasi-informasi yang tidak mendukung kita untuk sukses dalam berbisnis?
    Perhatikan baik-baik respon keluarga kita, lingkungan kita keika mereka mengetahui bahwa kita ingin memulai bisnis?
    Renungkan kembali, apa yang akan terjadi jika Anda menunda niat Anda untuk memulai bisnis?
  3. Tunjukkan kepada saya bagaimana sikap teman Anda?
    Bagaimana mungkin kita dapat meraih sukses dalam berbisnis, jika lingkungan kita sehari-hari merupakan orang-orang yang tidak sefaham dengan fikiran kita? Bagaimana mungkin kita dapat bertukar informasi atau menggali informasi lebih dalam tentang ide bisnis kita, sedangkan teman bicara kita tidak faham tentang materi pembicaraan kita?
    Bagaimana mungkin berbicara bisnis dengan orang yang sudah merasa nyaman dalam "zona aman" dan tidak berani terjun dalam dunia bisnis?
Renungkan baik-baik ketiga pertanyaan saya di atas, maka diri Anda pun dapat dengan mudah mengetahui bagaimana nasib bisnis Anda kedepannya. (BisnisUKM)

Nugget Sayur

Nugget merupakan produk olahan makanan yang banyak dibuat dari daging ikan. Kemasan yang praktis dan banyak mengandung protein menjadi kelebihan makanan yang banyak digemari anak-anak tersebut. Daya simpan nugget yang mampu bertahan cukup lama (disimpan dalam freezer) juga menjadi salah satu alasan makin meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap produk gurih dan renyah itu.

Peluang itulah yang disadari oleh Ibu Tri Haryanti (31) untuk dikembangkan menjadi sebuah usaha produksi aneka nugget sayur daging ikan. “Pada bulan Okotober 2010, saya memulai menjalankan usaha produksi nugget karena melihat makanan tersebut makin digemari masyarakat,” kata Bu Tri kepada tim liputan bisnisUKM. Mengusung Shiva sebagai nama usahanya, saat ini Bu Tri mampu memproduksi 5 buah jenis nugget yaitu nugget sayur ikan nila, nugget sayur ikan lele, nugget sayur ayam keju, nugget sayur ayam jamur, dan nugget sayur tempe.

Ditemui di rumahnya Kamis (5/5), Bu Tri berujar jika ide awal menjalankan peluang usaha kreasi nugget sayur tersebut diperoleh dari putrinya. “Saat itu anak saya susah makan, kemudian saya mencoba membuat inovasi makanan baru (nugget) dan ternyata dia menyukainya,” terang Bu Tri. Sejak itulah, beliau makin termotivasi untuk mengembangkan usahanya dengan belajar dari majalah kuliner dan tayangan televisi. Di rumahnya Banaran Argomulyo Cangkringan Sleman, Bu Tri pertama kali mengembangkan nugget ikan nila dengan bahan baku yang diambil dari Waduk Kedung Ombo Jawa Tengah.

1 Produksi Nuget Sayur

Dibantu 1 orang tenaga produksi, Bu Tri mengkreasi produk nuggetnya dengan beragam sayuran segar. “Sayuran yang kami gunakan selalu segar, kami beli dari petaninya langsung di Pasar Pakem,” kata ibu 3 orang putri tersebut. Komposisi bahan yang digunakan dalam produksi nugget sayur tersebut antara lain: bahan baku utama (ikan nila, ikan lele, daging ayam, jamur tiram, dan tempe), wotel, brokoli, tepung roti, telur, bawang bombay, bawang putih, lada, gula, garam, dan kecap ikan. “Dahulu bahan baku yang kami gunakan hanya 1-4 kg sekali produksi, namun saat ini bisa mencapai 10 kg daging dan 1 karung tepung,” imbuh Bu Tri.

Diakui nugget hasil kreasinya tersebut pada awalnya dipasarkan dengan keliling di TK, perumahan, sembari menunggu anaknya sekolah. “Sambil menunggui anak saya yang masih TK, saya berkeliling menjual nugget itu dengan menggunakan freezer bag yang mampu menampung 50-60 bungkus nugget,” tambah alumni Geologi UGM tersebut. Saat ini, seiring perkembangan usahanya yang makin meningkat, Bu Tri memasarkan produk nuggetnya dengan dititipkan ke warung-warung yang memiliki freezer. Selain itu, mengikuti perkembangan teknologi, Bu Tri mencoba menawarkan produknya melalui media online dan jejaring sosial.

2 Pemasaran Produk Nuget

Harga produk Nugget Shiva cukup terjangkau, untuk Nugget Sayur Ikan Nila Rp. 9.000,00; Nugget Sayur Ikan Lele Rp. 9.000,00; Nugget Sayur ayam Keju Rp. 9.000,00; Nugget Sayur Ayam Jamur Rp.7.000,00; dan Nugget Sayur Tempe Rp. 4.000,00. “Dengan harga seperti itu, dalam satu hari kami rata-rata menghabiskan 40 bungkus (Rp.200.000,00), sehingga dalam satu bulan bisa memperoleh omzet 5 juta rupiah,” jelas ibu yang pernah menjadi pengajar di Timika Papua tersebut.

Kendala utama yang dirasakan Bu Tri dalam menjalankan usahanya tersebut adalah pemasaran. Selama ini pemasana yang beliau jalankan belum bisa maksimal karena tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga dengan 3 orang anak. “Saat ini saya mencoba mengefektifkan pemasaran dengan menggunakan media online berupa portal iklan gratis,” jelas Ibu Tri. Selain pemasaran. kurangnya tenaga produksi juga menjadi kendala tersendiri bagi Ibu Tri. Ditambah lagi proses pengiriman pesanan ke luar kota yang membutuhkan banyak waktu, maka harus menggunakan packing khusus agar tidak rusak sampai tempat tujuan.

Di akhir wawancaranya, Bu Tri berharap usahanya akan semakin berkembang dan memiliki lebih banyak varian rasa yang menarik. “Dengan produk yang makin berkembang, saya bermimpi untuk memiliki rumah makan sendiri yang menyajikan makanan khusus nugget,”